“ Sebatas Mimpi”

March 20, 2011

Waktu terus berjalan

Siangpun menjadi malam

Sang rembulanpun mulai menampakkan keelokannya

Bintang-bintang saling bertaburan

Namun mengapa???

Mimpi ini tak kunjung menjadi kenyataan

Meskipun doa ini selalu aku panjatkan

Ilahi…

Apakah Engkau tak mendengar esmua seruanku?

Apakah Engkau sedang tertidur?

Tidak,

Aku yakin Allah pasti mendengar semua seruanku

Allah tidak akan pernah tidur

Hanyalah waktu yang akan menjawab semuanya

Aku akan selalu bersabar menunggu keputusan-Mu.

 

Sabtu, 19 Maret 2011

March 20, 2011

Sabtu, 19 Maret 2011

Dari ufuk barat, sang raja siang mulai menampakkan sinarnya. Burung-burung mulai berkicauan saling menyambut indahnya pagi ini, menghiasi seluruh penjuru dunia tak lain menghiasi pemandangan di rumah kecilku. Aku tinggal sekamar bersama temanku, namanya mb Erni. Mb Erni orangnya baik, perhatian, dan peduli sama orang lain. Pokoknya nyamanlah tinggal sekamar bersamanya.

Seperti biasa rutinitas pagi kami lakukan. Mencuci piring, memasak, bersih-bersih kamar adalah rutinitas kami setiap pagi sebelum berangkat kuliah. Iyalah, orang cumin berdua. Siapa lagi yang mau kerja kalau tidak kami sendiri. Coba saja ada ibu, pasti semua itu akan menjadi ringan. Read the rest of this entry »

Naik Delman

January 4, 2011

Naik Delman

Pada hari minggu kuturut Ayah ke kota
Naik delman istimewa ku duduk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendali kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

Zat-zat Tambahan pada Makanan

December 27, 2010

 

ZAT-ZAT YANG TERKANDUNG DALAM MAKANAN

A. Zat- Zat Makanan Tambahan

Untuk tujuan-tujuan tertentu, dalam industri makanan lazim ditambahkan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan kimia tersebut merupakan bahan tambahan yang biasa dinamakan dengan zat aditif, misalnya zat pengawet, zat pewarna, zat pemanis, zat pengharum dan zat penyedap. Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota, pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. Secara ilmiah, zat aditif makanan didefinisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu makanan.

Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan, berikut adalah beberapa contoh zat aditif :

Zat aditif Contoh Keterangan
Pewarna Daun pandan (hijau), kunyit (kuning), buah coklat (coklat), wortel (orange) Pewarna alami
Sunsetyellow FCF (orange), Carmoisine (Merah), Brilliant Blue FCF (biru), Tartrazine (kuning), dll Pewarna sintesis
Pengawet Natrium benzoat, Natrium Nitrat, Asam Sitrat, Asam Sorbat, Formalin Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit
Penyedap Pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar Penyedap alami
Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa), asam cuka, benzaldehida, amil asetat, dll Penyedap sintesis
Antioksidan Butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluena (BHT), tokoferol Mencegah Ketengikan
Pemutih Hidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, natrium hipoklorit -
Pemanis bukan gula Sakarin, Dulsin, Siklamat Baik dikonsumsi penderita diabetes, Khusus siklamat bersifat karsinogen
Pengatur keasaman Aluminium amonium/kalium/natrium sulfat, asam laktat Menjadi lebih asam, lebih basa, atau menetralkan makanan
Anti Gumpal Aluminium silikat, kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida Ditambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk

 

Beberapa penelitian para ahli membuktikan bahwa zat aditif dapat membahayakan bagi kesehatan, zat aditif dapat menyebabkan kanker. Sebenarnya zat pengharum, pewarna dan penyedap alami sudah tersedia. Bahan-bahan alami dapat diperoleh dengan mudah, murah dan tidak beresiko. Sebagai contoh: zat pewarna alami warna hijau dapat menggunakan daun suji atau pandan, warna kuning dengan kunyit, warna merah dari bit atau saga, dan warna coklat dari caramel (gula yang disangrai). Zat pengharum dapat diperoleh secara alami dari buah buahan. Zat penyedap secara alami dapat diperoleh dari rempah-rempah yang berlimpah di Indonesia. Namun masih saja zat-zat aditif itu masih digunakan. Bagimana dampaknya bagi kita semua jika tak ada yang sadar akan pentingnya kesehatan. Sudah disediakan yang alami tapi masih juga memilih yang bajakan. Baik, untuk lebih jelas lagi mari kita tengok materi selanjutnya.

 

1. Zat Pengawet

Apa itu zat pengawet? Zat pengawet atau bahan pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman dan penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti jamur (fungi), bakteri dan lain sebagainya. Zat pengawet ini dimaksudkan untuk memperlambat  oksidasi yang dapat merusak makanan.

Menurut BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dalam kadar tertentu terdapat zat-zat pengawet makanan yang aman digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan seperti Benzoat, Propionat, Nitrit, Nitrat, Sorbat dan Sulfit. Namun, jika dikosumsi dalam waktu yang lama, akumulasi bahan–bahan tersebut tetap rawan menimbulkan gangguan kesehatan.

 

Berikut adalah jenis zat pengawet yang aman, yaitu kunyit dan Chitosan:

a.  Kunyit

Kunyit dapat digunakan sebagai pengawet tahu, disamping berfungsi sebagai warna juga sebagai antibiotik, sekaligus mencegah agar tidak cepat asam. Selain itu untuk dalam kesehatan berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antiradang dan antikanker. Kunyit basah kandungan utamanya adalah kurkuminoid 3-5%. Sedangkan untuk kunyit ekstrak kandungan kurkuminoid mencapai 40–50%. Untuk penggunaan kunyit disarankan agar tidak melalui pemanasan, terkena cahaya dan lingkungan yang basah. Sebaiknya kunyit ditumbuk, digiling dan diperas airnya.

b.   Chitosan

Chitosan merupakan bahan pengawet organik yang diperoleh dari produk turunan polimer chitin yang diproduksi dari limbah udang dan rajungan kadar chitin dalam berat udang berkisar 60–70% bila diproses menjadi chitosan menghasilkan Yield 15– 20%. Chitosan mudah mengalami degradasi secara biologis tidak beracun. Bila digunakan pada ikan asin, berfungsi sebagai pelapis (coating), agar tidak dihinggapi lalat, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan chitosan ini dapat mengawetkan sampai 8 minggu.

Selain itu terdapat bahan-bahan pengawet yang dilarang untuk digunakan karena sangat berbahaya bagi kesehatan antara lain yaitu Formalin dan Borak. formalin atau borak dapat menimbulkan gangguan hati, jantung, pencernaan, kanker dan ginjal. Pada dosis cukup tinggi, pengawet ini bisa mengakibatkan, pusing, mual dan muntah, mencret, kram perut, kejang, depresi susunan saraf dan gangguan peredaran darah. Wah menakutkan..!! Kalau cari makanan harus pilih-pilih nih, jangan sampai kita makan makanan yang mengandung borak ataupun formalin. Sebab, dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan kita.  Dalam dosis kecil, pengawet akan diserap tubuh dan efeknya baru akan dirasa setelah akumulasi (jumlah) pengawet dalam tubuh tinggi. Kadar formalin yang hingga 60% bisa dikurangi dengan cara meredam dengan air leri (perasan beras) atau air garam selama 1 jam.

Sayangnya, formalin dan borak masih sering digunakan pada produk-produk home industri seperti bakso, mie, tahu, pengawetan ikan, daging serta buah dan sayuran. Para penjual bakso misalnya, tidak sedikit yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet daripada bahan-bahan lain yang alami. Hal ini dikarenakan faktor murah dan praktis untuk mendapatkan bahan tersebut, meskipun tidak jarang para penjual bakso yang sudah mengetahui bahaya dan dampak dari bahan pengawet yang ia gunakan.

 

2. Zat Pemanis

Apa itu zat pemanis?. Zat pemanis atau pemanis buatan adalah bahan-bahan yang ditambahkan dan dicampurkan ke dalam makanan atau minuman dalam jumlah sedikit maupun banyak untuk mengubah cita rasa makanan. Zat-zat pemanis sintetik yang umum digunakan dalam makanan, minuman dan obat-obatan yaitu Sakarin, Dulsin, xylitol dan Natrium siklamat. Diatas adalah contoh gambar pemanis Xylitol. Selain itu ada juga jenis pemanis yang alami. Pemanis ini dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren. Selain itu, zat pemanis alami dapat pula diperoleh dari buah-buahan dan madu. Zat pemanis alami ini juga berfungsi sebagai sumber energi. Jika kita mengkonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan. Orang-orang yang sudah gemuk badannya sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami terlalu tinggi.

Beberapa faktor yang mendorong produsen memberi pemanis buatan antara lain yaitu harganya lebih murah jika dibandingkan dengan pemanis alami, ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, rasa lebih menjanjikan serta dapat menimbulkan selera bagi konsumen.

Harus diakui pemanis buatan atau penyedap makanan, digunakan secara berlebihan untuk mendapatkan keuntungan dan untuk merangsang nafsu makan terutama makanan cepat saji, seperti: kripik dan makanan ringan lainnya banyak yang sengaja dibubuhi penyedap makanan dan pemanis, tujuannya untuk meningkatkan rasa serta memberi aroma yang menarik dan menimbulkan selera. (Prof. Bernd Lindemann, 1990)

Menurut para ahli melalui penelitiannya menemukan orang-orang yang rajin mengkonsumsi pemanis buatan, besar kemungkinannya untuk menderita penyakit kanker. Sakarin atau pemanis buatan boleh digunakan namun dalam jumlah yang kecil, monosodium glutamate (MSG) juga diperkenankan dipakai sebagai penyedap rasa juga dalam jumlah terbatas yakni sekitar 0,8 % sajian. Jika melampaui ambang batas pemakaian bisa mengundang bahaya bagi kesehatan (Peraturan Menkes, No.722/188).

Selain berdampak negatif, pemanis buatan juga mempunyai manfaat yang baik dalam kehidupan kita. Taukah anda bahwa pemanis buatan bisa mambasmi semut-semut jahat pengganggu yang biasa ada di rumah kita?. Pemanis buatan yang bermerek Nutra Sweet, bahan dasarnya adalah Aspartame, biasa digunakan dalam segala macam makanan dan minuman dengan label “rendah kalori” atau label “diet”. Nutra Sweet ini mempunyai kadar manis 400 kali gula biasa dan sangat rendah kalori. Biasanya kalau kita ke caffeshop atau mungkin naik pesawat atau di hotel, saat disuguhkan minuman biasanya ada sachet kecil gula dengan dua pilihan, gula asli dan pemanis buatan. Ada baiknya sekali-kali kita bawa pulang satu sachet pemanis buatan itu. Sampai dirumah, coba dicari sarang-sarang semut yang ada dirumah kita.  Nah kalau udah ketemu, taburkan saja pemanis buatan di situ, seperti kata pepatah ada gula ada semut, maka tidak lama kemudian akan banyak semut yang mengerubuti pemanis buatan tersebut. Jangan di ganggu, biarkan saja mereka berpesta, semua pemanis buatan tersebut akan di angkut ke sarangnya, dan pestanya berlanjut di dalam sarang. Keesokan harinya akan segera kelihatan hasilnya, memdadak rumah kita jadi “sepi” dari semut, karena mereka semua telah meninggalkan dunia fana ini, gara gara keracunan pemanisbuatan. Cara yang mutakhir kan.., perlu dicoba ini. Inilah cara membunuh semut yang ramah lingkungan, dan bagus buat kesehatan. Coba bandingkan dengan obat nyamuk semprot, yang racunnya tidak hilang berminggu-minggu dan sangat bahaya bagi kesehatan. Lha dari sini kita dapat menyimpulkan kalau pemanis buatan bisa membunuh semut,apa bagus buat kesehatan kita kalau di konsumsi dalam jangka panjang??. Oleh karena itu, sebagai bahan pemanis pakai sajalah bahan-bahan yang alami yang ada disekitar kita. Lebih terjamin dan pastinya baik buat kesehatan kita.

 

 

3. Zat Pewarna

Apa itu zat pewarna?. Zat pewarna adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan terlihat menarik. Pemberian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya. Tapi, kalau membahayakan bagi kesehatan mendingan pakai bahan yang alami-alami sajalah.

Bahan pewarna dalam makanan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu pewarna alami dan pewarna sintesis (buatan). Disamping adalah contoh gambar pewarna sintetis pada makanan. Pewarna alami berupa ekstrak tumbuhan atau mikroba seperti Klorophil (warna hijau) dari tumbuhan suji dan pandan, Karoten (jingga) dari wortel, Curcume (kuning) dari kunyit, Caramel (coklat gelap) dari hidrolisis karbohidrat dan gula. Pewarna alami aman dikonsumsi, namun kelemahannya warna sering tidak stabil dan kurang pekat. Kemudian pewarna sintesis (buatan) terbut dari bahan-bahan kimia seperti Tartazin untuk warna kuning, Biliant blue untuk warna biru, Alura red untuk warna merah dan Benzin violet untuk warna ungu. Selain tu juga terdapat zat pewarna yang dilarang untuk digunakan sebagai pewarna makanan yaitu Rhodamin B dan Metanil yellow. Kedua bahan tersebut adalah bahan pewarna textil namun sering digunakan dalam makanan. Bahan pewarna textile digunakan sebagai pewarna makanan???. Heem..

Meskipun dalam takaran tertentu zat pewarna aman dikonsumsi, namun sebaiknya jangan dikonsumsi terus menerus sebab jika dikonsumsi terus-menerus dapat berbahaya bagi kesehatan. Apalagi bahan pewarna yang yang dilarang untuk digunakan. pada hasil uji coba binatang, zat pewarna textil dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup parah, utamanya pada hati, ginjal, dan limpa. Oleh karena itu, jangan mudah tertarik dengan warna menyala pada makanan seperti gulali, saos, warna cerah pada krupuk dan lain sebagainya. Sebaiknya kita hindarkan anak-anak dari jajanan dengan warna menyala demi kesehatan bersama. Karena biasanya yang suka dengan jajanan berwarna cerah itu anak-anak. Bagaimana denagn anda?.

 

4. Zat Perasa

Apakah itu zat perasa?. Zat perasa merupakan zat aditif yang ditambahkan pada makanan untuk mendapatkan rasa dan aroma tertentu sesuai dengan keinginan. Perasa alami bisa di dapatkan dari sari atau ekstrak bahan alami tertentu seperti dedaunan, buah-buahan, rempah-rempah, daging dan sebagainya.

Namun saat ini banyak beredar perasa buatan yang berasal dari campuran bahan-bahan kimia tertentu. Karena lebih murah, memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama, perasa buatan lebih sering digunakan pada produk makanan kemasan. Perasa buatan ini di hasilkan dari bahan-bahan sintesis seperti bahan-bahan kimia yang berasal dari turunan minyak bumi. Bahan-bahan ini memiliki karakter seperti penyusun rasa tertentu. Misalnya untuk mendapatkan perasa pisang cukup dengan mencampurkan Cuka dan Amul alkohol dengan menambahkan sedikit katalis yaitu Asam sulfur, maka akan diperoleh Amil asetat yang beraroma pisang. Saat ini hampir semua makanan olahan kemasan menggunakan perasa sintesis. Disamping lebih praktis dan ekonomis, proses produksi juga tidak terganggu oleh ketergantungan musim tanaman (buah) bila hanya mengandalkan perasa dari bahan alami. Namun, karena perasa sintesis berasal dari bahan-bahan kimia tentu sangat berbahaya juga bagi kesehatan.  Oleh karena itu lebih baik untuk menggunakan zat perasa yang alami saja demi kesehatan kita  bersama.

Beberapa macam zat perasa antara lain yaitu sebagai berikut:

a.  Penyedap rasa dan aroma (flavour)

Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.

Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)

 

b. Penguat rasa (flavourEchancer)

Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin.

 

Nah, sekarang sudah tahu kan bahaya-bahaya dan manfaat dari bahan makanan tambahan (zat aditif). Untuk itu,  mari kita barsama-sama menghindari bahan-bahan makanan yang barbahaya bagi kesehatan dan memanfaatkan bahan-bahan yang baik bagi kesehatan. Semoga bermanfaat.

Nur (Cahaya)

December 20, 2010

CAHAYA

Cahaya merah adalah cahaya yang paling rendah energinya. Dalam pembahasan tentang karakter aura, ia melambangkan ego yang sangat tinggi: pemarah, pendendam dan sulit memaafkan, iri, dengki, sombong, serakah dan cinta dunia berlebihan.

Cahaya jingga-kunig memiliki energi yang lebih tinggi. Auranya menggambarkan ego yang sudah mulai menurun ke arah karaktersosial. Ia orang yang pintar bergaul. Meskipun egonya masih dominan.

Cahaya hijau (cahaya kedermawanan). Seseorang yang memancarkan aura hijau menunjukkan karakter kepedulian pada orang lain. Memiliki rasa empati yang tinggi. Berjiwa sosial. Ego pribadinya semakin rendah, menuju kepada sifat-sifat universal. Read the rest of this entry »

Arti Cinta Sejati

December 20, 2010

Arti Cinta Sejati

 

masihkah ada orang yang mengerti…

arti kehidupan ini…

masihkah ada orang yang mengerti…

arti cinta sejati…

pernah kucari cinta itu…

namun hanyalah mimpi yang kutemui…

mimpi yang kelam …

yang seakan menandakan …

bahwa tiada cinta sejati di dunia ini…

namun….

apakah sahabat sejati itu juga mimpi…?

baru kusadari….

bahwa cinta sejati hanyalah milik-Nya

bahwa cinta sejati hanyalah untuk-Nya

hanya Dia yang mengerti…

apa yang kita rasakan…

apa yang kita inginkan…

apa yang kita butuhkan…

Dia mengerti segalanya tentang arti hidup ini…

kini tak kuragukan lagi…

kepada siapa harus kuberikan cinta ini…

karena hanya Dialah yang berhak memiliki segalanya….

by: Ratna



MAKALAH

PENCEMARAN DAN ETIKA LINGKUNGAN

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

 

Dwi Wahyuni (09144600085)

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

TAHUN 2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup laiinya (Undang-undang No. 23 Tahun 1997). Kondisi lingkungan dapat berubah oleh campur tangan manusia dan faktor alam sehingga diperlukan keseimbangan lingkungan. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu apabila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Salah satu penyebabnya adalah polusi atau pencemaran lingkungan di samping factor-faktor lain. Maka dari itu perlu adanya etika lingkungan.

  1. Tujuan

1. Mengetahui pengertian pencemaran dan etika lingkungan

2. Mengetahui macam-macam pencemaran lingkungan

3. Memahami cara melestarikan lingkungan

  1. Rumusan Masalah

1. Apakah penyebab pencemaran lingkungan dan macam-macam pencemaran?

2. Upaya apakah yang harus dilakukan untuk melestarikan lingkungan?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Pencemaran

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai pencemaran mari kita uraikan dahulu apa itu pengertian dari pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya makhluk hidup, zat energi,atau komponen lain dalam lingkungan, serta berubahnya tatanan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia atau proses alam baik bersifat fisik, kimiawi, maupun biologis sehingga mengganggu kesehatan, eksistensi manusia, aktivitas manusia, serta organisme lainnya.

Perlu kalian ketahui bahwa zat yang menimbulkan pencemaran itu disebut polutan, dan Secara garis besar pencemaran tergantung pada empat factor, yaitu jumlah penduduk, jumlah sumber daya alam yang dipakai oleh tiap individu, jumlah polutan yang dikeluarkan oleh setiap jenis sumber daya alam serta teknologi yang digunakan.

Tahukah kalian bahwa organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan empat tahapan pencemaran daiantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Pencemaran tingakat pertama, yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian pada manusia, baik dilihat dari kadar zat pencemarannya maupun waktu kontaknya dengan lingkungan.
  2. Pencemaran tingkat kedua, yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan alat vegetatif lainnya serta telah menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem lainnya.
  3. Pencemaran tingkat ketiga, yaitu pencemaran yang telah menimbulkan reaksi pada alat tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis.
  4. Nah, yang terakhir yaitu Pencemaran tingkat keempat, ialah pencemaran yang telah menimbulkan sakit bahkan kematian dalam lingkungan karena kadar zat pencemarannya terlalu tinggi.

itu tadi empat tahapan pencemaran menurut WHO, sungguh mengerikan bukan dampak dari pencemaran bahkan bisa berdampak pada kematian. Sehingga kita harus dapat meminimalisasikan pencemaran udara.

 

  1. Macam-Macam Pencemaran

Untuk meminimalkan pencemaran yang terjadi di lingkungan kita tentu kita harus mengetahui apa saja macam pencemaran dan sumber pencemarnya, mari kita ulas satu per satu macam-macam pencemaran beserta polutannya !.

  1. Pencemaran Udara

Udara adalah atmosfer yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan. Masih ingatkah kalian dengan pelajaran fisika SMP mengenai komposisi udara?. didalam udara itu terdapat oksigen untuk bernapas, karbondioksida untuk fotosintesis tumbuhan hijau, dan ozon untuk menahan sinar ultraviolet. Komposisi udara bersih dan kering tersusun oleh nitrogen (78,09%), oksigen (21,94%), argon (0,93%), karbondioksida (0,032%), dan gas-gas lain dalam konsetrasi rendah. Perlu kalian ketahui Apabila komposisi udara tersebut mengalami perubahan dari komposisi normal dan mengganggu kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan maka terjadi pencemaran udara.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai macam-macam polutan udara dan dampaknya yaitu:

-         Karbonmonoksida (CO), berasal dari asap kendaraan bermotor, proses industri, dan asap rokok. Apabila gas CO masuk ke dalam paru-paru dan ikut peredaran darah, akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, karena CO mudah bereaksi dengan hemoglobin. CO juga dapat menimbulkan gangguan pernapasan, pusing, dan mual.

-         Karbondioksida (CO2), bersumber dari respirasi makhluk hidup, pembakaran bahan bakar fosil, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan. Gas CO2 penyebab utama efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, permukaan air laut naik, dan perubahan iklim.

-         Nitrogen oksida (NO, NO2), sumber dari asap kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran gas alam, pembakaran batu bara. Gas NO2 yang masuk paru-paru akan menimbulkan pembengkakan paru-paru dan menimbulkan kematian. Gas NO menyebabkan gangguan system saraf mengakibatkan kejang-kejang. Bagi tanaman dapat menimbulkan kerusakan jaringan daun sehingga mengganggu fotosintesis.

-         Sulfur-Oksida (SO2, SO3), bersumber dari gunung berapi, pengolahan biji belerang, pembakaran batu bara. SO# menimbulkan hujan asam yang merusak tanaman, kesuburan tanah, merusak bangunan karena bersifat korosif, dan pada manusia menyebabkan iritasi mata serta gangguan saluran pernapasan.

-

Gambar 1.1  asap letusan gunung berberapi

 

 

-         Materi partikel seperti debu, asbestos, metal, suspensi minyak.  Sumbernya berasal dari debu tanah dan pasir yang terbawa angina, abu dan bahan vulkanik dari letusan gunung berapi, proses industri dan buangan limbah padat. Materi partikel dapat menimbulkan gagguan pernapasan, batuk, bronchitis dan asbestos menyebabkan kanker.

 

Gambar 1.2

Gambar 1.3

 

Contoh sumber polutan udara

 

 

  1. Pencemaran Air

Macam-macam polutan air dan dampaknya yaitu:

-         Sampah organik, menyebabkan menurunnya kandungan oksigen dan menimbulkan gas H2S yang bersifat racun.

-         Virus dan bakteri, menimbulkan berbagai penyakit.

-         Merkuri (Hg), sumbernya dari limbah industri dan pertambangan terutama tambang mas. Menyebabkan gangguan saraf dikenal dengan penyakit “minamata”.

-         Timbale (Pb), sumber dari asap kendaraan bermotor dan limbah industri. Menyebabkan gangguan fungsi enzim, gangguan pembentukan hemoglobin darah dan dapat mengendap dalam tulang yang disebut penyakit “Plumbisme”.

-         Cadmiun (Cd), sumber dari limbah industri keramik, fotografi, penyaduran logam dan pertambangan. Menyebabkan gangguan pada ginjal, hati, dan kerusakan tulang.

-         Tembaga (Cu), sumber dari limbah pertanian, industri dan fungisida. Menyebabkan gangguan ginjal, hati, dan asam amino.

-         Bahan radio aktif, sumberdari limbah PLTN, kerak bumi. Menyebabkan gangguan fisiologis dan genetis.

 

 

Gambar 1.4 pencemaran air dari limbah poenambangan

 

 

 

  1. Pencemaran Tanah

Sumber pencemaran tanah yaitu:

-         Sampah-sampah plastic yang sulit hancur seperti botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.

-         Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan).

-         Zat kimia dari buangan pertanian misalnya (insektisida).

 

 

Gambar 1.5 Pencemaran tanah

 

 

 

  1. Etika Lingkungan

Kita sebagai mahluk hidup yang bersatu dan sangat membutuhkan  lingkungan tentu harus mempunyai etika dalam menempati dan berinteraksi dengan lingkungan sehingga kelestarian dan kenyamanannya dapat terjaga, karena itulah mari kita pelajari pula bagaimana kita harus beretika dengan lingkungan. Etika lingkungan menurut Poerwadarminta adalah pengetahuan tentang asas-asas mengenai akhlak atau moral. Untuk menjaga kelangsungan hidup manusia yang berhubungan denagn pemukiman dan kehidupan ekonomi social budayanya, digunakan etika yang menggunakan penalaran ekologi yaitu etika lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi pelanggaran etika lingkungan seperti membuang puntung rokok sembarangan, berterisk di tempat yang butuh ketenangan, membuat coretan pada dinding bangunan, menyemburkan asap rokok sembarangan, dan sebagainya.

Kalian tentu sudah tidak asing lagi bahkan sudah paham dengan istilah dan pengertian ekosistem karena kita sudah mempelajarinya sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Nah masih ingatkah kalian bahwa Tumbuhan, hewan, dan lingkungan membentuk suatu ekosistem?. Ekosistem tersebut membutuhkan keseimbangan agar tetap berlangsung hidup. Penting untuk kalian ketahui bahwa Keseimbangan ekosistem itu dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:

  1. Penebangan dan Pembakaran Hutan

Manusia sering menebang pohon-pohon di hutan untuk kepentingan pribadi, manusi juga sering membakar hutan untuk membuka lahan pertanian dan perumahan. Perusakan hutan menyebabkan populasi tumbuhan berkurang, tanah bagian atas juga mudah terbawa air hujan sehingga menjadi daerah yang tandus, bahkan rawan tanah longsor dan banjir. Perusakan hutan juga mengakibatkan hewan-hewan kehilangan tempat tinggal, makanan, dan kehidupan mereka. Sangat buruk bukan akibat dari kerusakan hutan? Karena itulah masa depan alam semesta ini kita jugalah yang ikut berperan dalam menjaga kelangsungannya!.

 

 

Gambar 1.6 penebangan liar dan pembakaran hutan

 

 

 

  1. Penggunaan Pupuk dan Pestisida Secara Berlebihan

Ketahuilah kalian semua khususnya bagi kalian yang bertempat tinggal di kawasan pertanian atau mungkin orang tuanya bekerja sebagi petani bahwa penggunaan pupuk atau pestisida yang salah juga dapat berdampak panjang bagi lingkungan dan penghuninya. Pupuk anorganik dan pestisida adalah bahan kimia buatan pabrik yang dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup lain. Misalnya pembunuh serangga (DDT) yang sebagian akan termakan hewan pemakan tanaman seperti tikus dan tupai, apabila hewan tersebut dimakan oleh burung pemangsa akan menyebabkan burung tersebut menghasilkan telur yang cangkangnya tipis sehingga menghambat perkembangan anak burung. Akibatnya populasi tikus meningkat dan merugikan petani. Pupuk anorganik dan pestisida yang terbawa air hujan ke sungai juga akan merusak kehidupan di air.

  1. Perburuan Liar

Kalian tentu sudah sering mendengar berita dari berbagai media perihal keadaan fauna indonesia yang semakin berkurang dan bahkan dinyatakan punah dari alam ini salah satu penyebabnya adalah Perburuan liar yang menyebabkan hewan-hewan berkurang jumlahnya hingga musnah. Yang lebih dikhawatirkan lagi bahwasanya musnahnya hewan-hewan tersebut tentu dapat mengganggu keseimbangan alam.

  1. Perusakan Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan kumpulan kerangka bunga karang yang telah mati sebagai tempat tinggal hewan laut seperti kepiting, udang, dan kerang tumbuh. yang perlu ditekankan dan harus diketahui oleh kalian semua adalah proses terbentuknya terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama bisa ratusan tahun, sedangkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab memusnahkanya dan merusaknya hanya dalam hitungan menit, dengan alasan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, padahal tindakan mereka mengancam masa depan anak cucunya kedepan. Hilangnya terumbu karang menyebabkan hewan laut kehilangan tempat tinggal sehingga kesulitan mencari makanan dan masih banyak lagi dampak-dampak lainya yang harus kita pedulikan.

 

 

Gambar 1.7 rusaknya terumbu karang yang diakibatkan dari penangkapan ikan dengan bahan peledak

 

 

 

  1. Pembangunan Industri

Coba kalian perhatikan daerah di sekeliling kalian! Pasti ada banyak sekali bangunan-bangunan baru yang digunakan untuk usaha industri baik besar mupun kecil. Perkembangan dunia industri saat ini berkembang sangat pesat bahkan sudah menjamah daerah pedesaan karena daerah perkotaan sudah penuh dengan pabrik-pabrik industri, dengan demikian tidak hanya perkotaan saja yang akan terkena dampak dari industri tapi pedesaan yang tadinya hijau dan ekosistemnya masih bagus akan terkena imbasnya juga karena  Pabrik-pabrik industri menghasilkan limbah, limbah industri yang tidak diolah dan langsung dibuang ke sungai mengandung racun yang dapat merusak kehidupan di air sungai dan jika air sungai digunakan untuk mengairi sawah bahan kimia yang terkandung dalam air dapat terakumulasi pada tanaman dan akan berbahaya jika dikonsumsi manusia.

  1. Pencegahan Kepunahan Hewan dan Tumbuhan

Pernahkah kalian terbesit keinginan untuk berusaha dan merasa peduli dengan keanekaragaman flora dan fauna kita yang semakin habis karena ulah manusia? Kita sebagai penghuni dan pewaris alam ini sudah seharusnya bergerak secara nyata untuk mencegah dan mengatasi keadaan ekosistem yang semakin parah ini, nah sekarang kita ulas beberapa cara untuk menanggulangi perburuan dan pemusnahan hewan dan tumbuhan yaitu:

1. Melindungi Hewan dan Tumbuhan Langka

Perlindungan hewan dan tumbuhan langka sudah diatur dalam undang-undang di setiap Negara. Negara juga mempunyai wilayah terlarang untuk perburuan, wilayah yang melindungi hewan dan tumbuhan disebut cagar alam, atau yang kusus melindungi hewan disebut suaka margasatwa.

2. Melakukan Pembudidayaan Hewan atau Tumbuhan Langka

Kalo kalian sering melihat program televisi anak di beberapa stasiun TV swasta banyak sekali yang menayangkan usaha-usaha penangkaran hewan baik binatang buas dan berbahaya maupun hewan ternak yang sudah biasa di pelihara tentu saja disamping untuk mendapatkan materi juga dapat membantu usaha kita untuk tetap melestarikan binatang yang terancam punah. Kebanyakan beberapa peternakan ayam ia juga mempunyai penangkaran buaya selain untuk menanggulangi kelangkaan buaya maka ayam-ayam yang sakit atau mati diberikan kepada buaya sebagai makanannya, selain mengurangi limbah ayam, peternakan buaya juga memberi keuntungan berupa kulit buaya. Sedangkan budidaya tumbuhan dapat dilakukan dengan menanam kembali bibit-bibit tumbuhan yang banyak diburu manusia seperti tumbuhan jati, cendana, gaharu, rotan dll yang mulai langka.

3. Menggunakan Bahan Pengganti dari Tumbuhan, Hewan atau Sintesis

Coba kalian tengok bagaimana  dunia mode pakaian berkembang saat ini dunia ini bahkan sudah mulia mengeksploitasi flora dan fauna sebagai bahan utamanya. Sungguh diluar dugaan nafsu dan ketertarikan manusia untuk memanfaatkan  kekayaan alam ini sangat besar, namun yang membuat kita prihatin adalah semua itu tidak diimbangi dengan kesadaran mereka untuk tetap mempertahankan kelestariannya, karen itulah seiring dengan perkembangan teknologi orang-orang yang masih peduli dengan keseimbangan alam berusaha menciptakan bahan-bahan imitasi agar tingkat konsumtif manusia untuk memanfaatkan alam dapat lebih ditekan. Seperti misalnya: Bulu burung cenderawasih yang digunakan untuk topi dapat diganti dengan bulu sintesis. Rambut harimau yang digunakan untuk permadani dan mantel dapat diganti dengan bulu domba atau bulu sintesis dengan pewarnaan tertentu.

Di samping itu untuk mencegah dan menghindari tindakan manusia yang bersifat kontradiksi dari hal-hal tersebut di atas, pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui Undang-undang Lingkungan Hidup.

Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Undang-undang ini berisi 9 Bab terdiri dari 24 pasal. Undang-undang lingkungan hidup bertujuan mencegah kerusakan lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan rusaknya lingkungan.

Undang-undang lingkungan hidup antara lain berisi hak, kewajiban, wewenang dan ketentuan pidana yang meliputi berikut ini.
1. Setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang baik dan
sehat.
2. Setiap orang berkewajiban memelihara lingkungan dan mencegah
serta menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan
3. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangka
pengelolaan lingkungan hidup. Peran serta tersebut diatur dengan
perundang-undangan.
4. Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya
melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup
atau tercemamya lingkungan hidup diancam pidana penjara atau
denda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

 

Kesimpulan

Lingkungan adalah tempat tiggal semua makhluk hidup. Dengan lingkungan yang bersih akan memberikan dampak yang baik bagi makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Sedangkan pencemaran lingkungan merupakan faktor terganggunya keseimbangan ekosistem, jika keseimbangan ekosistem terganggu maka ekosistem makhluk hidup juga akan terganggu pula. Untuk menanggulangi pencemaran lingkunga tersebut maka perlu adanya etika lingkungan yang dijunjung tinggi sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Pratiwi, dkk.2006.Bologi untuk SMA Kelas X Makhluk Hidup dan Lingkungannya.Erlangga:Jakarta.

 

 

 

 

MAKALAH

PENCEMARAN DAN ETIKA LINGKUNGAN

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

 

Dwi Wahyuni (09144600085)

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

TAHUN 2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup laiinya (Undang-undang No. 23 Tahun 1997). Kondisi lingkungan dapat berubah oleh campur tangan manusia dan faktor alam sehingga diperlukan keseimbangan lingkungan. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu apabila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Salah satu penyebabnya adalah polusi atau pencemaran lingkungan di samping factor-faktor lain. Maka dari itu perlu adanya etika lingkungan.

  1. Tujuan

1. Mengetahui pengertian pencemaran dan etika lingkungan

2. Mengetahui macam-macam pencemaran lingkungan

3. Memahami cara melestarikan lingkungan

  1. Rumusan Masalah

1. Apakah penyebab pencemaran lingkungan dan macam-macam pencemaran?

2. Upaya apakah yang harus dilakukan untuk melestarikan lingkungan?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Pencemaran

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai pencemaran mari kita uraikan dahulu apa itu pengertian dari pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya makhluk hidup, zat energi,atau komponen lain dalam lingkungan, serta berubahnya tatanan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia atau proses alam baik bersifat fisik, kimiawi, maupun biologis sehingga mengganggu kesehatan, eksistensi manusia, aktivitas manusia, serta organisme lainnya.

Perlu kalian ketahui bahwa zat yang menimbulkan pencemaran itu disebut polutan, dan Secara garis besar pencemaran tergantung pada empat factor, yaitu jumlah penduduk, jumlah sumber daya alam yang dipakai oleh tiap individu, jumlah polutan yang dikeluarkan oleh setiap jenis sumber daya alam serta teknologi yang digunakan.

Tahukah kalian bahwa organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan empat tahapan pencemaran daiantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Pencemaran tingakat pertama, yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian pada manusia, baik dilihat dari kadar zat pencemarannya maupun waktu kontaknya dengan lingkungan.
  2. Pencemaran tingkat kedua, yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan alat vegetatif lainnya serta telah menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem lainnya.
  3. Pencemaran tingkat ketiga, yaitu pencemaran yang telah menimbulkan reaksi pada alat tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis.
  4. Nah, yang terakhir yaitu Pencemaran tingkat keempat, ialah pencemaran yang telah menimbulkan sakit bahkan kematian dalam lingkungan karena kadar zat pencemarannya terlalu tinggi.

itu tadi empat tahapan pencemaran menurut WHO, sungguh mengerikan bukan dampak dari pencemaran bahkan bisa berdampak pada kematian. Sehingga kita harus dapat meminimalisasikan pencemaran udara.

 

  1. Macam-Macam Pencemaran

Untuk meminimalkan pencemaran yang terjadi di lingkungan kita tentu kita harus mengetahui apa saja macam pencemaran dan sumber pencemarnya, mari kita ulas satu per satu macam-macam pencemaran beserta polutannya !.

  1. Pencemaran Udara

Udara adalah atmosfer yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan. Masih ingatkah kalian dengan pelajaran fisika SMP mengenai komposisi udara?. didalam udara itu terdapat oksigen untuk bernapas, karbondioksida untuk fotosintesis tumbuhan hijau, dan ozon untuk menahan sinar ultraviolet. Komposisi udara bersih dan kering tersusun oleh nitrogen (78,09%), oksigen (21,94%), argon (0,93%), karbondioksida (0,032%), dan gas-gas lain dalam konsetrasi rendah. Perlu kalian ketahui Apabila komposisi udara tersebut mengalami perubahan dari komposisi normal dan mengganggu kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan maka terjadi pencemaran udara.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai macam-macam polutan udara dan dampaknya yaitu:

-         Karbonmonoksida (CO), berasal dari asap kendaraan bermotor, proses industri, dan asap rokok. Apabila gas CO masuk ke dalam paru-paru dan ikut peredaran darah, akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, karena CO mudah bereaksi dengan hemoglobin. CO juga dapat menimbulkan gangguan pernapasan, pusing, dan mual.

-         Karbondioksida (CO2), bersumber dari respirasi makhluk hidup, pembakaran bahan bakar fosil, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan. Gas CO2 penyebab utama efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, permukaan air laut naik, dan perubahan iklim.

-         Nitrogen oksida (NO, NO2), sumber dari asap kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran gas alam, pembakaran batu bara. Gas NO2 yang masuk paru-paru akan menimbulkan pembengkakan paru-paru dan menimbulkan kematian. Gas NO menyebabkan gangguan system saraf mengakibatkan kejang-kejang. Bagi tanaman dapat menimbulkan kerusakan jaringan daun sehingga mengganggu fotosintesis.

-         Sulfur-Oksida (SO2, SO3), bersumber dari gunung berapi, pengolahan biji belerang, pembakaran batu bara. SO# menimbulkan hujan asam yang merusak tanaman, kesuburan tanah, merusak bangunan karena bersifat korosif, dan pada manusia menyebabkan iritasi mata serta gangguan saluran pernapasan.

-

Gambar 1.1  asap letusan gunung berberapi

 

 

-         Materi partikel seperti debu, asbestos, metal, suspensi minyak.  Sumbernya berasal dari debu tanah dan pasir yang terbawa angina, abu dan bahan vulkanik dari letusan gunung berapi, proses industri dan buangan limbah padat. Materi partikel dapat menimbulkan gagguan pernapasan, batuk, bronchitis dan asbestos menyebabkan kanker.

 

Gambar 1.2

Gambar 1.3

 

Contoh sumber polutan udara

 

 

  1. Pencemaran Air

Macam-macam polutan air dan dampaknya yaitu:

-         Sampah organik, menyebabkan menurunnya kandungan oksigen dan menimbulkan gas H2S yang bersifat racun.

-         Virus dan bakteri, menimbulkan berbagai penyakit.

-         Merkuri (Hg), sumbernya dari limbah industri dan pertambangan terutama tambang mas. Menyebabkan gangguan saraf dikenal dengan penyakit “minamata”.

-         Timbale (Pb), sumber dari asap kendaraan bermotor dan limbah industri. Menyebabkan gangguan fungsi enzim, gangguan pembentukan hemoglobin darah dan dapat mengendap dalam tulang yang disebut penyakit “Plumbisme”.

-         Cadmiun (Cd), sumber dari limbah industri keramik, fotografi, penyaduran logam dan pertambangan. Menyebabkan gangguan pada ginjal, hati, dan kerusakan tulang.

-         Tembaga (Cu), sumber dari limbah pertanian, industri dan fungisida. Menyebabkan gangguan ginjal, hati, dan asam amino.

-         Bahan radio aktif, sumberdari limbah PLTN, kerak bumi. Menyebabkan gangguan fisiologis dan genetis.

 

 

Gambar 1.4 pencemaran air dari limbah poenambangan

 

 

 

  1. Pencemaran Tanah

Sumber pencemaran tanah yaitu:

-         Sampah-sampah plastic yang sulit hancur seperti botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.

-         Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan).

-         Zat kimia dari buangan pertanian misalnya (insektisida).

 

 

Gambar 1.5 Pencemaran tanah

 

 

 

  1. Etika Lingkungan

Kita sebagai mahluk hidup yang bersatu dan sangat membutuhkan  lingkungan tentu harus mempunyai etika dalam menempati dan berinteraksi dengan lingkungan sehingga kelestarian dan kenyamanannya dapat terjaga, karena itulah mari kita pelajari pula bagaimana kita harus beretika dengan lingkungan. Etika lingkungan menurut Poerwadarminta adalah pengetahuan tentang asas-asas mengenai akhlak atau moral. Untuk menjaga kelangsungan hidup manusia yang berhubungan denagn pemukiman dan kehidupan ekonomi social budayanya, digunakan etika yang menggunakan penalaran ekologi yaitu etika lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi pelanggaran etika lingkungan seperti membuang puntung rokok sembarangan, berterisk di tempat yang butuh ketenangan, membuat coretan pada dinding bangunan, menyemburkan asap rokok sembarangan, dan sebagainya.

Kalian tentu sudah tidak asing lagi bahkan sudah paham dengan istilah dan pengertian ekosistem karena kita sudah mempelajarinya sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Nah masih ingatkah kalian bahwa Tumbuhan, hewan, dan lingkungan membentuk suatu ekosistem?. Ekosistem tersebut membutuhkan keseimbangan agar tetap berlangsung hidup. Penting untuk kalian ketahui bahwa Keseimbangan ekosistem itu dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:

  1. Penebangan dan Pembakaran Hutan

Manusia sering menebang pohon-pohon di hutan untuk kepentingan pribadi, manusi juga sering membakar hutan untuk membuka lahan pertanian dan perumahan. Perusakan hutan menyebabkan populasi tumbuhan berkurang, tanah bagian atas juga mudah terbawa air hujan sehingga menjadi daerah yang tandus, bahkan rawan tanah longsor dan banjir. Perusakan hutan juga mengakibatkan hewan-hewan kehilangan tempat tinggal, makanan, dan kehidupan mereka. Sangat buruk bukan akibat dari kerusakan hutan? Karena itulah masa depan alam semesta ini kita jugalah yang ikut berperan dalam menjaga kelangsungannya!.

 

 

Gambar 1.6 penebangan liar dan pembakaran hutan

 

 

 

  1. Penggunaan Pupuk dan Pestisida Secara Berlebihan

Ketahuilah kalian semua khususnya bagi kalian yang bertempat tinggal di kawasan pertanian atau mungkin orang tuanya bekerja sebagi petani bahwa penggunaan pupuk atau pestisida yang salah juga dapat berdampak panjang bagi lingkungan dan penghuninya. Pupuk anorganik dan pestisida adalah bahan kimia buatan pabrik yang dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup lain. Misalnya pembunuh serangga (DDT) yang sebagian akan termakan hewan pemakan tanaman seperti tikus dan tupai, apabila hewan tersebut dimakan oleh burung pemangsa akan menyebabkan burung tersebut menghasilkan telur yang cangkangnya tipis sehingga menghambat perkembangan anak burung. Akibatnya populasi tikus meningkat dan merugikan petani. Pupuk anorganik dan pestisida yang terbawa air hujan ke sungai juga akan merusak kehidupan di air.

  1. Perburuan Liar

Kalian tentu sudah sering mendengar berita dari berbagai media perihal keadaan fauna indonesia yang semakin berkurang dan bahkan dinyatakan punah dari alam ini salah satu penyebabnya adalah Perburuan liar yang menyebabkan hewan-hewan berkurang jumlahnya hingga musnah. Yang lebih dikhawatirkan lagi bahwasanya musnahnya hewan-hewan tersebut tentu dapat mengganggu keseimbangan alam.

  1. Perusakan Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan kumpulan kerangka bunga karang yang telah mati sebagai tempat tinggal hewan laut seperti kepiting, udang, dan kerang tumbuh. yang perlu ditekankan dan harus diketahui oleh kalian semua adalah proses terbentuknya terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama bisa ratusan tahun, sedangkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab memusnahkanya dan merusaknya hanya dalam hitungan menit, dengan alasan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, padahal tindakan mereka mengancam masa depan anak cucunya kedepan. Hilangnya terumbu karang menyebabkan hewan laut kehilangan tempat tinggal sehingga kesulitan mencari makanan dan masih banyak lagi dampak-dampak lainya yang harus kita pedulikan.

 

 

Gambar 1.7 rusaknya terumbu karang yang diakibatkan dari penangkapan ikan dengan bahan peledak

 

 

 

  1. Pembangunan Industri

Coba kalian perhatikan daerah di sekeliling kalian! Pasti ada banyak sekali bangunan-bangunan baru yang digunakan untuk usaha industri baik besar mupun kecil. Perkembangan dunia industri saat ini berkembang sangat pesat bahkan sudah menjamah daerah pedesaan karena daerah perkotaan sudah penuh dengan pabrik-pabrik industri, dengan demikian tidak hanya perkotaan saja yang akan terkena dampak dari industri tapi pedesaan yang tadinya hijau dan ekosistemnya masih bagus akan terkena imbasnya juga karena  Pabrik-pabrik industri menghasilkan limbah, limbah industri yang tidak diolah dan langsung dibuang ke sungai mengandung racun yang dapat merusak kehidupan di air sungai dan jika air sungai digunakan untuk mengairi sawah bahan kimia yang terkandung dalam air dapat terakumulasi pada tanaman dan akan berbahaya jika dikonsumsi manusia.

  1. Pencegahan Kepunahan Hewan dan Tumbuhan

Pernahkah kalian terbesit keinginan untuk berusaha dan merasa peduli dengan keanekaragaman flora dan fauna kita yang semakin habis karena ulah manusia? Kita sebagai penghuni dan pewaris alam ini sudah seharusnya bergerak secara nyata untuk mencegah dan mengatasi keadaan ekosistem yang semakin parah ini, nah sekarang kita ulas beberapa cara untuk menanggulangi perburuan dan pemusnahan hewan dan tumbuhan yaitu:

1. Melindungi Hewan dan Tumbuhan Langka

Perlindungan hewan dan tumbuhan langka sudah diatur dalam undang-undang di setiap Negara. Negara juga mempunyai wilayah terlarang untuk perburuan, wilayah yang melindungi hewan dan tumbuhan disebut cagar alam, atau yang kusus melindungi hewan disebut suaka margasatwa.

2. Melakukan Pembudidayaan Hewan atau Tumbuhan Langka

Kalo kalian sering melihat program televisi anak di beberapa stasiun TV swasta banyak sekali yang menayangkan usaha-usaha penangkaran hewan baik binatang buas dan berbahaya maupun hewan ternak yang sudah biasa di pelihara tentu saja disamping untuk mendapatkan materi juga dapat membantu usaha kita untuk tetap melestarikan binatang yang terancam punah. Kebanyakan beberapa peternakan ayam ia juga mempunyai penangkaran buaya selain untuk menanggulangi kelangkaan buaya maka ayam-ayam yang sakit atau mati diberikan kepada buaya sebagai makanannya, selain mengurangi limbah ayam, peternakan buaya juga memberi keuntungan berupa kulit buaya. Sedangkan budidaya tumbuhan dapat dilakukan dengan menanam kembali bibit-bibit tumbuhan yang banyak diburu manusia seperti tumbuhan jati, cendana, gaharu, rotan dll yang mulai langka.

3. Menggunakan Bahan Pengganti dari Tumbuhan, Hewan atau Sintesis

Coba kalian tengok bagaimana  dunia mode pakaian berkembang saat ini dunia ini bahkan sudah mulia mengeksploitasi flora dan fauna sebagai bahan utamanya. Sungguh diluar dugaan nafsu dan ketertarikan manusia untuk memanfaatkan  kekayaan alam ini sangat besar, namun yang membuat kita prihatin adalah semua itu tidak diimbangi dengan kesadaran mereka untuk tetap mempertahankan kelestariannya, karen itulah seiring dengan perkembangan teknologi orang-orang yang masih peduli dengan keseimbangan alam berusaha menciptakan bahan-bahan imitasi agar tingkat konsumtif manusia untuk memanfaatkan alam dapat lebih ditekan. Seperti misalnya: Bulu burung cenderawasih yang digunakan untuk topi dapat diganti dengan bulu sintesis. Rambut harimau yang digunakan untuk permadani dan mantel dapat diganti dengan bulu domba atau bulu sintesis dengan pewarnaan tertentu.

Di samping itu untuk mencegah dan menghindari tindakan manusia yang bersifat kontradiksi dari hal-hal tersebut di atas, pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui Undang-undang Lingkungan Hidup.

Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Undang-undang ini berisi 9 Bab terdiri dari 24 pasal. Undang-undang lingkungan hidup bertujuan mencegah kerusakan lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan rusaknya lingkungan.

Undang-undang lingkungan hidup antara lain berisi hak, kewajiban, wewenang dan ketentuan pidana yang meliputi berikut ini.
1. Setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang baik dan
sehat.
2. Setiap orang berkewajiban memelihara lingkungan dan mencegah
serta menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan
3. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangka
pengelolaan lingkungan hidup. Peran serta tersebut diatur dengan
perundang-undangan.
4. Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya
melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup
atau tercemamya lingkungan hidup diancam pidana penjara atau
denda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

 

Kesimpulan

Lingkungan adalah tempat tiggal semua makhluk hidup. Dengan lingkungan yang bersih akan memberikan dampak yang baik bagi makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Sedangkan pencemaran lingkungan merupakan faktor terganggunya keseimbangan ekosistem, jika keseimbangan ekosistem terganggu maka ekosistem makhluk hidup juga akan terganggu pula. Untuk menanggulangi pencemaran lingkunga tersebut maka perlu adanya etika lingkungan yang dijunjung tinggi sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Pratiwi, dkk.2006.Bologi untuk SMA Kelas X Makhluk Hidup dan Lingkungannya.Erlangga:Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAKALAH

PERKEMBANGAN FISIK, MOTORIK, KOGNITIF,

DAN SOSIOEMOSIONAL PADA MASA BAYI

 

Disusun oleh:

Dwi Wahyuni (09144600085)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2010


KATA PENGATAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya makalah ini dapat kami susun , makalah  ini membahas mengenai perkembangan fisik, motorik, kognitif dan sosioemosial pada masa bayi, Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan,oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.

Kami berharap semoga makalah yang kami buat ini bermanfaat dalam setiap pembelajaran dan dapat menambah wawasan para pembaca.

 

Yogyakarta, 31 Mei 2010

Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………….. ii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… iii

PERKEMBANGAN FISIK, MOTORIK, KOGNITIF,

DAN SOSIOEMOSIONAL PADA BAYI……………………………………………………… 1

1.) PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………. 1

2.) PERKEMBANGAN FISIK PADA MASA BAYI………………………………………. 1

a. Urutan Cephalocaudal dan proximodistal……………………………………………. 1

b. Tinggi dan berat…………………………………………………………………………….. 2

c. Keterampilan  Motorik kasar dan halus ……………………………………………… 2

d. Otak……………………………………………………………………………………………. 2

e. Kebutuhan gizi dan perilaku makan …………………………………………………… 2

f. Perkembangan Sensoris dan persepsi ………………………………………………… 2

g. Persepsi Visual………………………………………………………………………………. 3

h. Pendengaran…………………………………………………………………………………. 3

i. Sentuhan pada Bayi yang Baru Lahir…………………………………………………… 3

j. Penciuman (Smell)………………………………………………………………………….. 4

k. Kecapan (Taste)……………………………………………………………………………. 4

l. Persepsi Menyeluruh……………………………………………………………………….. 4

3.). PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA BAYI………………………………. 4

a. Teori Piaget Tentang Perkembangan Bayi…………………………………………… 4

b. Tahap Perkembangan Sensoris- Motorik……………………………………………. 4

c. Ketetapan Benda…………………………………………………………………………… 6

4.) PERSPEKTIF BARU TENTANG PERKEMBANGAN KOGNITIF

….. PADA MASA BAYI……………………………………………………………………………… 6

a. Perkembangan Persepsi………………………………………………………………….. 7

b. Perkembangan Konsepsi…………………………………………………………………. 7

 

 

5.) PERSPEKTIF PEMROSESAN INFORMASI

DAN PERKEMBANGAN BAYI…………………………………………………………….. 7

a. Habituasi dan Dishabituasi ………………………………………………………………. 7

b. Memori……………………………………………………………………………………….. 8

c. Imitasi………………………………………………………………………………………….. 8

6.) PERBEDAAN-PERBEDAAN INDIVIDUAL

….. DALAM INTELIGENSI…………………………………………………………………………. 8

7.) PERKEMBANGAN BAHASA……………………………………………………………….. 9

KESIMPULAN………………………………………………………………………………………… 12

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………… 13


PERKEMBANGAN FISIK, MOTORIK, KOGNITIF,

DAN SOSIOEMOSIONAL PADA BAYI

1.) PENDAHULUAN

Perttumbuhan da perkembaga bayi merupakan suatu hal yang penuh teka-teki dan pertanyaan karena bayi terlihat bagae mahlik yag perilaku umumnya tampak tidak terorgaisasi, ia akan menangis ketika merasa tidak nyaman dan tidak aman. Serta hanya terdiam saja ketika sebaliknya. Hal itu membuat orag bertanya-tanya sebenarnya hal apa saja yang bias ia lakukan apakah dengan terdiamnya serta kebiasaanya yang selalu tidur hingga 16-17 jam perhari bayi juga bias melihat, mendengar dan merasakan  rangsangan dari sekitarnya.

Sang ibu biasanya memliki permasalaha komunikasi degan bayinya. Ibu ingin  memenuhi kenyamana dan keiginan bayi sepenuhnya namun kadang kita tidak tau apa maksud dari tangisan bayi. Dalam makalah ini akan membahas mengenai bagaemana sebenarya pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut. Sehingga kita dapat memahami bagaemana dunia sang bayi tersebut dimana hal tersebut akan mendorong perkembangan dan pertumbuhan bayi secara optimal.

2.)  PERKEMBANGAN FISIK PADA MASA BAYI

a.   Urutan Cephalocaudal dan proximodistal

Urutan Cephalocaudal ialah urutan pertumbuhan,dimana pertumbuhan terbesar selalu dimulai dari atas kepala dilanjutkan dengan pertumbuhan fisikmencakup yang besar,berat serta pertumbuhan organ tubuh lainnya secara berangsur-angsur dari atas kebawah(keleher, bahu batang tubuh tengah  dan lain lain).

Urutan proximodistal ialah pertumbuhan dimulai pada bagian tengah tubuh lalu bergerak dari kaki dan tangan.

b.   Tinggi dan berat

Bayi yang baru lahir kehilangan 5-7% berat tubuh meraka, segera setelah bayi menyesuaikan diri dangan mengisap, menelan dan mencerna mereka bertumbuh cepat dan memperoleh berat kira-kira 5-6ons permingguy selama bulan pertama pada bulan ke empat berat badan mereka naik mencapai hampir tiga kali lipat dari berat mereka ketika hari pertama kelahiiran.

c.   Keterampilan  Motorik kasar dan halus

Ketrampilan motorik kasar meliputi  kegiatanotot-otot besar seperti menggerakan lengan dan berjalan.dan ketrampilan motorik halus meliputi gerakan-gerakan menyesuaikan secara lebih halus, separti ketangkasan jari meraih dan menggegan, gerakan pergelangan tangan, perputaran tangan, dan koordinasi jari.

d.   Otak

Ketika bayi berjalan, berbicara, berlari, menggoyang-goyagka mainan yang daat berbunyi, tersenyum dan mengerutkan dahi maka perubahan-perubahan dalam otaknya sedang berkembang. Sebenarnya sejak lahirn bayi sudah memiliki  semua sel syaraf (neurons) yang akan dimiliki sepanjang hidupnya.tetapi pada saat lahir dan awal khidupannya  keterkaitan sel-sel ini masih sangat lemah.

e.   Kebutuhan gizi dan perilaku makan

Perbedaan-perbedan yang ada pada setiap bayi  dalam cadangan gizi, komposisi tubuh, tingkat pertumbuhan dan pola kegiatan membuat pendefinisian kebutuhan gizi yang sesungguhnya sulit dilakukan. Akan tetapi para pakar gizi menganjurkan bahwa bayi perlu mengkonsumsi 50 kalori per hari untuk setiap pon berat mereka.

f.    Perkembangan Sensoris dan persepsi

Semua informasi datag pada bayi melalui indra. Sesasi terjadi ketika sekumpulan informasi menadakan kontak dengan peerima sensor (mata, telinga, lidah, hidung, dan kulit). Persepsi ialah interpretasi tentag apa yang diindrakan atau dirasakan.

g.   Persepsi Visual

Dunia visual pada bayi yang baru lahir bukanlah kebingungan  tetapi bayi yang baru lahir diperkirakan 20/200-20/600 pada bagan snellen yaitu akat untuk menguji mata.ini sekitar 10-30 kali lebih rendah dari penglihatan orang dewasa normal. Tetapi akan meningkat pada usia 6 bulan

h.   Pendengaran

Segera setelah kelahiran, bayi dapat mendengar, walaupun ambang pintu sensor orang dewasa (Trehub, dkk, 1991). Oleh karenanya, suatu rangsangan harus lebih nyaring untuk didengar oleh bayi. (Morrongiello, Fenwick, & Chace, 1990). Kenyataan bukan hanya bayi yang baru lahir yang bisa mendengar, bahwa ada kemungkinan janinpun bisa mendengar ketika ia mendekap di dalam kandungan ibunya. Janin dapat mendengar pada beberapa bulan terakhir kehamilan.

i.    Sentuhan pada Bayi yang Baru Lahir

Bayi-bayi yang baru lahir ternyata sudah memberi respons terhadap sentuhan. Sentuhan ke pipi ternyata menghasilkan gelengan kepala sedangkan sentuhan ke bibir menghasilkan gerakan mengisap. Sebagai contoh, sunat biasanya dilakukan kepada bayi laki-laki kecil kira-kira hari ketiga setelah kelahiran. Peningkatan tangisan dan ocehan intensif selama prosedur sunat dilakukan, mengindikasikan bayi berusia 3 hari mengalami rasa sakit (Gunnar, Malone, & Fisch, 1987; Porter, & Marshall, 1988)

Bayi laki-laki yang baru lahir yang menangis intensif selama sunat, menunjukkan bahwa mereka mengalami stres.

Selama bertahun-tahun, para dokter telah melakukan operasi pada bayi-bayi yang lahir tanpa pembiusan. Praktek kedokteran ini dilakukan karena bahaya pembiusan terhadap bayi dan anggapan bahwa bayi yang baru lahir tidak merasakan sakit. Baru-baru ini, ketika para peneliti yakin bahwa bayi yang baru lahir dapat merasakan sakit, praktek operasi yang telah berlangsung lama pada bayi yang baru lahir tanpa pembiusan semakin banyak diperdebatkan.

j.    Penciuman (Smell)

Bayi-bayi yang baru lahir dapat membedakan bau. Hal ini ditunjukkan dari ekspresi wajah mereka. Mereka kelihatannya menyukai bau vanilla dan arbei tetapi tidak suka bau telur dan ikan busuk (Steiner, 1979).

k.   Kecapan (Taste)

Ketika mengisap puting yang diolesi dengan suatu larutan yang manis, jumlah isapan bertambah (Lipsitt, dkk, 1976). Dalam penelitian lain, bayi-bayi yang baru lahir memperlihatkan suatu ekspresi senyum setelah diberi larutan manis. Sebaliknya mereka mengerutkan lidah mereka setelah diberi larutan asam (Steiner, 1979).

l.    Persepsi Menyeluruh

Percepsi menyeluruh (intermodal perception) ialah kemampuan mengaitkan dan informasi atas dua atau lebih pengalaman sensoris, seperti penglihatan dan pendengaran.

3.)  PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA BAYI

a.   Teori Piaget Tentang Perkembangan Bayi

Piaget yakin bahwa seorang anak melalui serangkaian tahap pemikiran dari masa bayi hingga masa dewasa. Kemampuan bayi dari tahap-tahap tersebut berasal dari tekanan biologis untuk menyesuaikan diri (adapt) dengan lingkungan dan adanya pengorganisasian struktur berpikir.

Menurut Piaget, perkembangan pemikiran dibagi ke dalam empat tahap yang secara kualitatif sangat berbeda: sensoris-motorik, praoperasional dan operasional konkret, dan operasional formal.

b.   Tahap Perkembangan Sensoris- Motorik

Tahap sensoris motorik Piaget berlangsung dari kelahiran hingga kira-kira usia 2 tahun. Selama masa ini perkembangan mental dipengaruhi oleh kemajuan yang besar pada kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik – oleh karena itu, namanya sensorik-motorik (Piaget, 1952)

Tahapan-tahapan Piaget, perkembangan subtahap sensoris motorik adalah: (1) reflek sederhana, (2) kebiasaan-kebiasaan sederhana dan reaksi sirkuler primer, (3) reaksi sirkuler sekunder, (4) koordinasi reaksi sirkuler; (5) reaksi sirkuler tersier, pencarian dan keingin tahuan; (6) internalisasi skema.Reflek sederhana (simple reflexe) ialah subtahap sensoris motorik pertama Piaget, yang terjadi pada bulan pertama setelah kelahiran. Pada subtahap ini, alat dasar Reaksi sirkuler sekunder (secondary sircular reaction) ialai subtahap sensorik-motorik ketiga Piaget, yang berkembang antara usia 4 dan 8 bulan. Pada subtahap ini, bayi semakin berorientasi atau berfokus pada benda di dunia, yang bergerak dengan keasyikan dengan diri sendiri dalam interaksi sensoris-motorik.

Koordinasi reaksi sirkuler sekunder (coordination of secondery sirculer reaction) ialah subtahap sensorik-motorik keempat Piaget, yang berkembang antara usia 8 dan 12 bulan. Pada subtahap ini, beberapa perubahan yang signifikan berlangsung yang meliputi koordinasi skema dan kesengajaan.

Reaksi sirkuler tersier, kesenangan atas suatu yang baru, dan keingintahuan (tertiary circular reaction, novelty and curiosity) ialah subtahap sensoris-motorik kelima Piaget yang berkembang antara usia 12 dan 18 bulan. Pada subtahap ini bayi semakin tergugah minatnya oleh berbagai hal yang ada pada benda-benda itu dan oleh banyak hal yang dapat mereka lakukan pada benda-benda itu.

Internalisasi skema yaitu (internalization of sehemes) ialah subtahap sensoris-motorik keenam dan terakhir Piaget, yang berkembang antara usia 18 dan 24 bulan. Pada subtahap ini fungsi mental bayi berubah dari suatu taraf sensoris motorik murni menjadi suatu taraf simbolis, dan bayi mulai mengembangkan kemampuan untuk mengembangkan kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol primitif.koordinasi sensasi dan aksi ialah melalui perilaku reflektif, seperti mencari dan mengisap, yang dimiliki bayi sejak kelahiran.

Kebiasaan-kebiasaan pertama dan reaksi sirkuler primer (first habit dan primary circual reaktion) ialah subtahap sensorik-motorik kedua Piaget 1-4 bulan. Pada subtahap ini, pada subtahap ini bayi belajar mengkoordinasikan sensasi tipe skema atau struktur-yaitu, kebiasaan dan reaksi-reaksi sirkuler primer.

Reaksi sirkuler primer (primary circular reaction) ialah suatu skema yang didasarkan pada usaha bayi untuk memproduksi suatu peristiwa yang menarik atau menyenangkan yang pada mulanya terjadi secara kebetulan.

c.   Ketetapan Benda

Ketetapan benda (object permanence) ialah istilah Piaget bagi pencapaian paling penting pada seorang bayi: pemahaman bahwa benda-benda dan peristiwa-peristiwa masih tetap ada dan berlansung walaupun benda-benda dan peristiwa-peristiwa itu tidak dapat dilihat, didengar atau disentuh secara langsung.

4.) PERSPEKTIF BARU TENTANG PERKEMBANGAN KOGNITIF       PADA MASA BAYI

Bayi dapat belajar mengenal benda-benda dan tersenyum kepada benda-benda itu, merangkak, dan memanipulasi benda-benda, tetapi bayi belum memiliki konsep dan gagasan atas benda-benda itu. Piaget yakin bahwa ketika bayi memasuki masa akhir perkembangan sensoris-motorik, pada kira-kira usia 1,5 hingga 2 tahun barulah bayi benar-benar belajar bagaimana mengenali lingkungannya secara simbolis dan konseptual.

Teori perkembangan sensoris-motorik Piaget saat ini telah disanggah dari dua sumber. Pertama bidang perkembangan persepsi bayi menunjukkan bahwa suatu dunia persepsi yang stabil dan nyata telah dibangun jauh lebih awal pada masa bayi dibandingkan dengan yang dibayangkan oleh Piaget.

a.   Perkembangan Persepsi

Secara singkat, perkembangan persepsi yang diyakini oleh para peneliti ialah bahwa bayi-bayi melihat benda berdiri sendiri, satu, kokoh dan terpisah dari lingkungan sekitarnya, ada kemungkinan hal ini terjadi pada saat lahir atau segera sesudahnya, tetapi secara pasti hal ini terjadi pada usia 3 hingga 4 bulan. Bayi-bayi kecil masih harus belajar banyak tetapi dunia sekitarnya tampak stabil dan teratur bagi mereka dan oleh karena itu, dunia sekitar mereka dapat mereka “rumuskan“.

b.   Perkembangan Konsepsi

Penelitian baru-baru ini tentang perkembangan persepsi dan konsepsi bayi menunjukkan bahwa bayi mempunyai kemampuan persepsi yang lebih canggih dan dapat memulai berpikir jauh lebih awal dibandingkan dengan apa yang dibayangkan oleh Piaget.

5.) PERSPEKTIF PEMROSESAN INFORMASI DAN PERKEMBANGAN BAYI

Piaget yakin bahwa kemampuan bayi untuk membangun skema sensoris-motorik, membangun suatu dunia benda yang koheren dan peristiwa yang cocok untuk membentuk isi gagasan, meniru, dan membentuk gambaran atas benda. Tetapi banyak pakar psikologi pemrosesan informasi yakin bahwa perkembangan bayi lebih maju dibanding dengan keyakinan Piaget.

a.   Habituasi dan Dishabituasi

Apabila suatu rangsangan-cahaya atau suara-ditujukan kepada bayi beberapa kali secara berturut-turut, mereka biasanya kurang memberi perhatian terhadap rangsangan itu. Hal ini menunjukkan rasa bosan mereka terhadap rangsangan itu. Ini adalah proses pembiasaan (habituation)yakni menyajikan yang berulang-ulang dari stimulus yang sama yang menyebabkan berkurangnya perhatian terhadap rangsangan. Dishabituation ialah suatu minat yang diperbarui seorang bayi terhadap suatu rangsangan. Untuk mempelajari apakah dishabituasi sedang terjadi ialah perilaku mengisap (perilaku mengisap berhenti jika bayi kecil menyentuh suatu benda yang lembut) .

Pengetahuan habituasi dan dishabituasi dapat mengembangkan interaksi orang tua-bayi.

Orang tua yang bijaksana mengetahui bahwa bayi memperlihatkan suatu minat dan pengulangan rangsangan sangat penting bagi bayi untuk memproses informasi.

b.   Memori

Memori (memory) ialah unsur pusat perkembangan kognitif yang memuat seluruh informasi yang di dalamnya individu menyimpan informasi yang ia terima sepanjang waktu. Kadang-kadang informasi hanya disimpan beberapa detik, dan pada kesempatan lain informasì disimpan seumur hidup. Memori digunakan ketika kita mencari dan mengingat. Baru-baru ini para peneliti perkembangan anak telah memperlihatkan bayi usia 3 bulan telah memiliki kemampuan menyimpan memori (Grunwald, dkk, 1993). Menurut Rovve-Collier, bahkan memori bayi yang berusia 2,5 bulan telah terinci secara luar biasa.

c.   Imitasi

Peneliti perkembangan bayi Andrew Meltzoff (1990; Meltzoff & Kuhl, 1989; Meltzoff & Moore, 1992) melaksanakan sejumlah studi tentang kemampuan imitasi bayi. Dalam pengamatan Meltzoff tentang bayi pada 72 jam pertama kehidupan, bayi secara berangsur-angsur memperlihatkan suatu respon imitasi penuh tentang ekspresi wajah orang dewasa, seperti menjulurkan lidah keluar atau membuka mulut lebar-lebar.

6.) PERBEDAAN-PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM INTELIGENSI

Adalah penting untuk mengetahui apakah seorang bayi berkembang dengan tingkat perkembangan yang lambat, normal, atau cepat. Kalau seorang bayi berkembang pada tingkat yang lambat, beberapa bentuk pengayaan cukup penting. Bila suatu bayi berkembang pada tahapan yang lebih maju, orang tua dapat dinasihati untuk memberi mainan yang lebih “sulit“ guna merangsang pertumbuhan kognitif mereka.Kontributor yang paling utama penting pada pelaksanaan tes perkembangan bayi ialah Arnold Gesell (1934). Versi tes Gesell yang sekarang sering digunakan ini memiliki empat kategori perilaku: motorik, bahasa, daya usai (adaptive), dan interaksi personal sosial.

Develepment quotient, DQ, ialah sekor perkembangan keseluruhan yang meliputi subskor pada bidang motorik, bahasa, daya suai, dan interaksi personl-sosia pengukuranl bayi Gesell.

Skala Perkembangan Bayi (Bayley Scales of Infant Development), yang dikembangkan oleh Nancy Bayley (1969), digunakan secara luas dalam pengukuran perkembangan bayi. Versi terbaru memiliki tiga komponen: skala mental, skala motorik, dan profil perilaku bayi.

Dalam skala mental Bayley, bayi berusia 6 bulan seharusnya dapat memperlihatkan kesenangan dan ketidaksenangannya, dan secara tekun mencari benda-benda yang berada sedikit diluar jangkauan. 12 bulan, bayi seharusnya dapat memperlihatkan perilaku bila diperintahkan melakukannya, meniru kata-kata yang penguji kataan (seperti Mama), dan memberikan respon terhadap permintaan-permintaan yang sederhana (seperti “minum“).

Tes inteligensi bayi berguna dalam mengukur berapa besar dampak kekurangan gizi, obat-obatan, kehilangan kasih sayang ibu (matermal deprivation), dan rangsangan lingkungan terhadapw perkembangan bayi. Hasil tes ini sangat bermanfaat dalam meramalkan inteligensi dikemudian hari.

7.) PERKEMBANGAN BAHASA

Bahasa (language) ialah suatu sistem simbol yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pada manusia, bahasa ditandai oleh daya cipta yang tidak pernah habis dan adanya sebuah sistem aturan. Daya cipta yang tidak pernah habis (invinite generativity) ialah suatu kemampuan individu untuk menciptakan sejumlah kalimat bermakna yang tidak pernah berhenti dengan menggunakan seperangkat kata dan aturan yang terbatas, yang menjadikan bahasa sebagai upaya yang sangat kreatif. Sistem aturan bahasa mencakup: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmantik.

Fonologi (phonologi) ialah study tentang bunyi-bunyian bahasa

Morfologi (morphologi) mengacu pada ketentuan-ketentuan pengkobinasian morfem; morfem ialah rangkaian bunyi-bunyian terkecil yang memberi makna kepada penggalan suku kata yang kita ucapkan dan dengar.

Sintaksis (syntax) melibatkan bagaimana kata-kata dikombinasikan untuj membentuk ungkapan dan kalimat yang dapat diterima.

Suatu konsep yang berkaitan erat dengan sintaksis ialah tata bahasa (grammar), gambaran formal tentang ketentuan-ketentuan sintaksis.

Semantik (semantics) mengacu kepada makna kata dan kalimat. Girl dan woman misalnya, berbeda dalam hubungan usia.

Pragmatik (pragmatics)-kemampuan untuk melibatkan diri dalam percakapan yang sesuai dengan maksud dan keinginan.

Pengaruh Biologis

Keterikatan Biologis

Pakar bahasa Noam Comsky (1957), mengatakan bahwa anak-anak dilahirkan didunia dengan alat penguasaan bahasa (language acquisition device, LAD), suatu keterkatan biologis yang memudahkan anak untuk mendeteksi kategori bahasa tertentu, seperti fonologi, sintaksis, dan semantik. LAD ialah suatu kemampuan tata bahasa bawaan yang mendasari semua bahasa manusia.

Apakah Binatang Memiliki Bahasa?

Banyak spesies binatang memiliki cara yang kompleks dan cerdas untuk memberi sinyal bahaya dan untuk mengomunikasikan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti makan dan hubungan seks.

Adakah Suatu Periode yang Penting untuk Menguasai Bahasa ?

Henry Kissinger mengilustrasikan teori bahwa ada suatu periode yang penting untuk menguasai suatu bahasa. Misalnya, kalau Anda pindah ke suatu bagian tertentu kota New York sebelum Anda berusia 12 tahun, Anda kemungkinan akan bicara seperti layaknya seorang penduduk asli New York. Jelaslah, kini bahwa masa remaja menandai akhir periode yang penting untuk mempelajari ketentuan-ketentuan fonologis berbagai bahasa dan dialek. Tetapi jika anak berimigrasi ketika masih kecil (kurang dari 12 tahun) maka anak tersebut akan mengalami kebingungan dalam mempelajari bahasa tersebut karena bahasa dari kota asal belum dapat ia kuasai, ia harus mempelajari bahasa lain ditempat barunya.

Pengaruh Perilaku dan Lingkungan

Kebanyakan peneliti penguasaan bahasa yakin bahwa anak-anak dari berbagai konteks sosial yang luas menguasai bahasa ibu mereka tanpa diajarkan secara khusus. Walaupun begitu, proses pembelajaran bahasa biasanya memerlukan lebih banyak dukungan dan keterlibatan dari pengasuh dan guru.

Strategi mengajarkan bahasa pada bayi atau anak kecil

1.   Satu peran lingkungan yang membangkitkan rasa ingin tahu dalam penguasaan bahasa pada anak kecil disebut motherese, yakni cara ibu dan orang dewasa sering berbicara pada bayi dengan frekuensi dan hubungan lebih luas daripada normal, dan kalimat-kalimat yang sederhana.

2.   Menyusun ulang (recasting) ialah pengucapan kata suatu kalimat yang sama atau yang mirip dengan cara yang berbeda, barangkali dengan menguahnya menjadi suatu pertanyaan.

3.   Menggemakan (echoing) ialah mengulangi apa yang dikatakan anak kepada Anda, khususnya kalau perkataan itu suatu ungkapan atau kalimat yang tidak sempurna.

4.   Memperluas (expanding) ialah mengatakan ulang apa yang telah anak katakan dalam bahasa yang secara linguistik “canggih“.

5.   Memberi nama (labeling) ialah mengidentifikasi nama-nama benda.

Bagaimana Bahasa Berkembang

Pada beberapa bulan pertama kehidupan, bayi memperlihatkan suatu respons yang mengagumkan terhadap suara/bunyi yang keras. Pada usia 3 hingga 6 bulan, bayi mulai memperlihatkan suatu minat akan suara, dan merespons terhadap suara. Selama 3 atau 6 bulan berikutnya, bayi mulai mengoceh, mengeluarkan suara.

KESIMPULAN

Bahwa sesungguhnya bayi telah mengenbangkan system motorik perceptual yang tinggi. Banyak orag berpendapat bahwa bayi itu idak dapat mengecap, mencim atau merasakan sakit padahal semua itu tidaklah benar. Para peneliti telah membuktikan bahwa bayi yang baru lahir mampu atau memiliki kenmampuan itu semua.

Bayi sebenarya membutuhkan beberapa rangsangan tertentu utuk mengmbangkan ketrampilan persepsi mereka, tapi ransangan yang diberikan sebaiknya jangan berlebihan karena dapat mengakibatkan kebingugan pada anak, ragsagan tersebut dapat berupa rangsagan visual, pedengaran, maupun sentuhan.

Masukan gizi, faktor-faktor prakelahiran dan pascakelahiran, infeksi, kecelakaan dan bermacam-macam trauma dapat mempengaruhi intelegensi bayi dan anak. Para orang ua biasanya  mulai mengajarkan bayinya berbicara atau komunikasi ketika sang bayi mulai mengucapka kata pertamaya padahal sesugguhya aka lebih baik jika ibu berbicara dengan bayi sejak bulan pertama kelahiranya karena pengajaran bahasa terbaik terjadi ketika percakapan dimulai sebelum bayi memiliki kemampuan atas pembicaraan pertama yang dapat dipahaminya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

John, W. Santrock. 2002. LIFE-SPAN DEVELOPMENT (Perkembangan Masa Hidup). Jakarta: ERLANGGA.

Puisi Lama (Pantun)

December 19, 2010

Puisi Lama

(Pantun)

 

Cari kerja keluar kota

Baru seminggu teringat ibu

Kalau ingin cerdaskan bangsa

Bercita-citalah menjadi guru

 

 

Cari ilmu sampai ke Cina

Pulang-pulang jadi menteri

Jika ingin selamatkan negara

Jangan sampai berani korupsi

 

 

Dingin-dingin itu lah es

Rasanya segar kelapa muda

Jika kamu ingin sukses

Rajin-rajin lah belajar

 

Buah Mangga buah Jambu

Itu asli dari Indonesia

Patuhilah nasihat ibu

Jika kamu tak ingin celaka

 

Makan roti di sore hari

Rasanya manis diincar semut

Wahai kalian para muda-mudi

Perjuangkanlah masa depanmu

 

Beli baju di Pasar Raya

Merah merona sikaos oblong

Meski kamu kaya harta

Jangan jadi orang sombong

 

Penyihir Yang Curang

December 19, 2010

Nama  : Dwi Wahyuni

NPM  : 09144600085

Kelas  : B’09

Prody : PGSD

 

 

 

Penyihir Yang Curang

 

Saat itu para peri cantik sedang terbang disekitar taman bunga dan perkebunan buah, mereka bermaksud menikmati udara pagi, mereka adalah peri Mawar, Peri Melati dan Peri, Kamboja. Mereka terlihat sangat menikmati suasana pagi dan indahnya pemandangan saat itu. Peri cantik mencium setiap bunga yang mekar, wajah mereka berseri-seri melihat warna-warni buah yang sudah masak. Ditengah-tengah asyiknya mereka menikmati pagi ini tiba-tiba Peri Mawar berjalan seorang diri menuju pohon besar. Peri  Kamboja dan Peri Melati dengan rasa penasarannya pun mengikuti arah Peri Mawar. “Ada apa Mawar mengapa kamu tiba-tiba menuju pohon ini?”, Tanya si Peri Melati. “Lihat…..! lihatlah semak-semak di bawah Pohon Belimbing itu teman-temanku!, sepertinya ada sebuah botol berisi kertas di dalamnya”, Jawab si Peri Mawar. Peri Mawar bergegas mengambilnya dan memerlihatkan kepada kedua temannya. Dengan penuh teka-teki mereka bersama-sama membuka isi botol tersebut dan segera membuka isi kertasnya. “Sepertinya ini adalah sebuah peta harta karun teman-teman”, ujar si Peri Kamboja. Ada beberapa gambar Pohon Jeruk, Pohon Mangga, sebuh gubuk yang biasa digunakan oleh para petani buah untuk menunggui perkebunanya dan sungai kecil.

“Teman-teman sebaiknya kita bawa pulang ke Istana dan kita tunjukan kepada bunda peri saja”, Usul si Peri Melati kepada teman-temannya. “Ya aku setuju dengan mu Melati siapa tahu bunda bisa memecahkan teka-teki ini”, Jawab si Peri Kamboja. Ahirnya mereka terbang menuju Istana Peri, tempat para peri tinggal bersama-sama. Ditengah-tengah perjalanan meraka menuju istana tiba-tiba para peri itu dihadang oleh penyihir dari negeri sihir yang sedang terbang dengan tongkat terbangnya. Dengan tatapannya  yang tajam dan wajah seramnya penyihir bertanya kepada ketiga peri cantik itu, “hey…..kalian!, apa yang kalian bawa itu? Cepat tunjukan kepadaku….!” , perintah penyihir itu dengan muka garangnya. Ketiga peri itu sangat ketakutan dan kebingungan harus bagaemana menghadapi si penyihir karena mereka tahu penyihir itu pasti bermaksud akan meminta botol ini jika tahu bahwa isinya adalah peta harta karun. “Yang kami bawa ini hanyalah botol mainan yang kami ambil dari kebun buah penyihir”, Jawab si Peri Mawar dengan tergese-gesa dan wajah ketakutannya. Tanpa berpikir panjang lagi para peri itu bergegas terbang dengan cepat meninggalkan si penyihir.        “hey…………kalian sebenarnya apa yang kalian sembunyikan itu mengapa kalian tergesa-gesa pergi meninggalkan aku?”, Tanya si penyihir dengan agak marah! Jawaban dari peri tadi membuat penyihir semakin penasaran saja.

hingga akhirnya penyihir diam-diam mengikuti para peri itu dari belakang. Setibanya di Istana para peri tadi langsung menemui Bunda peri (pemimpin Istana Peri) dan tanpa mereka sadari penyihir tadi masih mengikuti mereka dan diam-diam bersembunyi di balik pepohonan dan semak taman istana untuk mengintip pembicaraan para peri tadi. Ketiga peri tadi segera menemui bunda dan menunjukan petanya, bunda mulai membuka isi petanya “sepertinya aku mengenali daerah yang ditunjukan dalam peta ini, Peta ini menunjukan sebelah selatan perkebunan buah, perhatikan saja peta ini menunjukan pertama berjalan dari sungai kecil menuju gubuk kemudian dari gubuk kita ke utara kira-kira 20 langkah menuju pohon mangga yang disebelahnya terdapat pohon jeruk dan sesuatu yang disembunyikan itu berada di antara kedua pohon ini”, Bunda mencoba memahami isi peta itu. “Peta ini memang kami temukan di perkebunan buah bun”, sahut pera peri itu!. “Apakah peta itu peta harta karun bunda?” Tanya si Peri Kamboja. kita juga tidak akan tahu peta apakah ini kalau kita tidak mencari tahunya secara langsung. “Kalau begitu  tunggu apalagi ayo kita segera datang kelokasi yang ditunjukan peta ini bunda, kita cari tahu benda apa yang disembunyikan oleh peta itu”, sahut Peri Melati dengan semangatnya. “Baiklah mari kita kesana agar rasa penasaran kalian segara terjawab”, jawab Bunda dengan suara lirih dan lembutnya.

Penyihir yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan para peri mulai terbesit pemikiran jahatnya. Ih..ih…ih…akan aku ambil harta karu itu sebelum kalian sampae disana. Penyihir bergegas terbang mendahului para peri dengan tongkat terbangnya yang memeng terkenal dapat terbang dengan sangat cepat. Setelah hanya beberapa menit saja ia terbang sampaelah ia di lokasi peta itu berada. Ih….ih….ih…sampae juga aku disini sebelum mereka tiba! tanpa membuang-buang waktu penyihir segara mencari petunjuk-petunjuk lokasi yang di katakana oleh bunda tadi. “Dimana sungai kecilnya!, itu dia sungainya ha….ha….ha….harta karun itu akan menjadi miliku”, ocehan si penyir tadi sambil mencari harta karunya.

Segera para peri tadi sampai di tempat yang sama menyusul penyihir tadi. “Stop….stop….lihat itu!”, tiba-tiba Peri Melati menghentikan perjalanan  bunda dan kedua peri lainnya. “Ada apa Melati?”, Tanya bunda. Itu bunda sepertinya itu penyihir yang menghalangi perjalanan pulang kami tadi bunda!, kenapa dia ada disini?. “Sepertinya penyihir tua itu mengikuti dan mendengarkan pembicaraan kita di istana tadi bun”, sahut peri kamboja. “Kalau begitu kita  sembunyi disini saja!”, usul peri Mawar. “Tidak aku tidak setuju, lebih baik kita tangkap saja penyihir itu sebelum ia mengambil harta karun itu!”, Peri Kamboja ikut angkat bicara dengan wajah jengkelnya kepada penyihir itu. “Sssssst……jangan berisik sabar! Kita biarkan saja dia mencari harta itu sampae ketemu nanti kalau sudah ketemu baru kita tangkap dan kita rebut harta karun itu sehingga kita tidak perlu capek-capek mencari dan menggali harta itu”, bunda mencoba menenangkan dan menasehati para peri tadi. Akhirnya dengan sabar peri-peri tadi mengintip penyihir yang sedang sibuk mencari harta karun itu.

Penyihir itu terlihat sedang berjalan dari sungai kecil menuju gubuk dengan wajah tamaknya sambil tertawa seakan tidak sabar ingin segara menemukan harta itu. Satu, dua, tiga, empat terdengar penyihir tadi sedang menghitung langkahnya sampae dua puluh langkah persis seperti apa yang dibicarakan para peri tadi. “Ih….ih….ih…ini dia pohon mangga dan pohon jeruknya harta karun sudah di depan mata!….” penyihir itu bicara seorang diri. Dengan tidak sabar lagi penyihir segera menuju titik tengah antara pohon mangga dan jeruk tadi.

Bbbrrrruk……tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti ada sesuatu yang terperosok. Para peri tadi mencoba mengamati dengan sangat serius apa yang sebenarnya terjadi mengapa terdengar suara itu. Aduh….tolong…..tolong….tolong….terdengar suara penyihir tadi teriak minta tolong seakan kesakitan. Bergegas para peri tadi keluar dari persembunyianya dan segera menghampiri penyihir tadi. Ha….ha….ha…..para peri tadi tertawa terbahak-bahak menyaksikan penyihir tadi berlumur dengan getah karet dan tubuhnya terbungkus penuh dengan dedaunan kering. “Aduh….tolong…kakiku terjepit”, rintihan si penyihir itu untuk minta tolong kepada para peri. Ha….ha….Rasakan kesrakahanmu dan kecuranganmu itu penyihir tua….ambil itu harta karun!.

“Sepertinya itu peta jebakan landak yang sengaja dibuat para petani buah agar tanaman mereka tidak dirusak para landak liar”, sahut bunda sambil tertawa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.